Peptida Bioaktif (Food-Derived) Kesehatan Mental: Mekanisme, Screening dan Strategi Validasi
Food-Derived Bioactive Peptides for Mental Health: Mechanisms, Screening, and Validation Strategies
Keywords:
Peptida bioaktif, antidepresan, antikecemasan, in silico, in vitro, in vivo, pangan fungsionalAbstract
Pandemi COVID-19 telah meningkatkan prevalensi gangguan kesehatan mental, terutama depresi dan kecemasan. Terapi konvensional seperti psikoterapi dan farmakoterapi memiliki keterbatasan, termasuk biaya tinggi, efek samping, serta keterbatasan penerimaan pasien. Oleh karena itu, eksplorasi peptida bioaktif yang berasal dari pangan sebagai alternatif alami dalam regulasi suasana hati semakin diminati. Kajian ini membahas karakteristik, mekanisme, serta metodologi penelitian dalam mengidentifikasi peptida bioaktif yang berpotensi sebagai antidepresan dan antikecemasan. Mekanisme utama meliputi modulasi neurotransmiter, peningkatan faktor neurotropik, stimulasi neurogenesis, serta regulasi sumbu hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA). Pendekatan terintegrasi melalui pendugaan in silico, sintesis peptida dengan metode Fmoc, serta uji in vitro pada transporter neurotransmiter dan reseptor, kemudian dilanjutkan dengan pembuktian in vivo pada model hewan, dapat mempercepat proses penemuan dan validasi peptida bioaktif. Strategi multidisipliner ini membuka peluang besar dalam pengembangan pangan fungsional sekaligus kandidat terapeutik untuk kesehatan mental.

